Kami Tidak Bernyanyi Sampai Kau Bisa

Senin, 01 Mei 2017

Paduan suara besar dan setiap pesannya cukup menunjukan bahwa Sampai kau bisa adalah sebuah ekspresi kesetian yang mendalam. Neckemic menulis puisinya untuk PSS dan kita miliki (Kita meresa memilikinya).  Sebuah lagu yang dinyanyikan ribuan jemaat Stadion Maguwoharjo di setiap awal dan akhir pertandingan. Tentu bagi kita pendukung Super Elja, lagu ini bukan lagu Sepakbola biasa, ini adalah sebuah etos.

Mewakili pengorbanan, cinta, keyakinan, mimpi besar seluruh Sleman Fans dimanpun ia berada. Setiap tim tentu mempunyai Anthem mereka sendiri. Nyanyian utama yang akan memberikan efek yang mendalam bagi tim. Tak jarang aura magisnya bisa menentukan jalannya pertandingan. Ini mirip sebuh gol cepat yang akan membuat tim lawan terhentak. Terkadang hasil pertandingan ditentukan oleh kejutan di menit menit awal.

Dalam sejarah sepakbola tentu kita tidak akan melupakan Final liga Champions 2005 di Ataturk. Dimana sihir sebuah Anthem mampu mengubah malam yang buruk menjadi fantastis. Saat itu pemain Liverpool kembali ke lapangan dengan kenyataan tertinggal 3-0 dari AC Milan. Drama dimulai ketika para Kopite mulai menyanyikan You'll Never Walk Alone di paruh kedua.

Pesan yang sangat bagus ketika tim dalam keadaan buruk dan fans akan tetap bersama mereka. Mungkin semangat fans menular pada pemain dan hasilnya sangat indah bagi mereka. Tentu semua itu juga didukung mental dan keyakinan para pemainnya. Cerita itu akan dikenang selama bertahun tahun oleh para pendukung Liverpool. Kita juga tidak akan melupakan kisah manis pertandingan PSS Sleman melawan Bali United dalam Cinta dan Dedikasi 20 Desember 2015 silam.

Lagu kebangsaan kita Sampai Kau Bisa menggetarkan dinding-dinding stadion setelah sekian lama. Dibumbui rindu dan harapan yang besar, fans menyanyikannya dengan penuh emosi. Satu pertanyaan kita saat itu, bagaimana bisa pemain pemain yang sudah lama berpisah kembali bersatu menampilkan permainan yang menawan dalam waktu singkat?  Bahkan mampu mengalahkan lawannya 3-0 tanpa balas. Apakah Sampai Kau Bisa telah memainkan perannya menyatukan lagi semangat mentalitas Sang Elang Jawa menjelang kick off? Itu sangat mungkin.

Sebuah pelajaran yang baik dari pengalaman yang baik. Menyanyikan lagu dengan tulus dan penuh kesadaran.. Ya, kita harus tahu apa yang sedang kita nyanyikan. Jika tidak maka istilah nyanyian adalah doa hanyalah omong kosong. Mungkin beberapa hari yang lalu kita menemukan saat yang tepat untuk kembali belajar menyanyikan lagu kebangsaan kita. Pada pekan pertama Liga 2 kita kalah 0-1 dari tamu, di rumah kita sendiri. Semua kecewa dan marah. Seperti biasa di akhir laga, para punggawa Super Elja melakukan formasi melingkar di tengah lapangan. Lagu Sampai Kau Bisa diputar dan yang terjadi adalah tidak ada yang bernyanyi.

Sleman fans sedang menghukum Super Elja? TIDAK! yang kita lakukan hanyalah bersama sama melihat diri kita sendiri. Inilah saatnya  para pemain, pelatih, official, dan fans menyanyikan lagu itu di dalam hati masing-masing. Mungkin dengan itu, kita akan kembali menemukan makna terbesarnya sebagai ungkapan keyakinan dan harapan. Mungkin dengan itu kita kembali menemukan gairah dan mentalitas juang yang akhir ini kita pertanyakan. Sampai kau bisa memberikan segalanya, juga mengorbankan segalanya agar PSS bisa juara.

Ini adalah janji bahwa kita akan selalu bersama sama di saat susah dan senang. Kita di tribun, PSS di atas lapangan berkumpul menjadi satu keluarga. Tidak ada keluarga yang saling menyakiti. Sesungguhnya keluarga adalah proses berkembang bersama. Musim ini akan berjalan begitu berat. Tetapi jangan khawatir, kita lakukan bersama sama. Yang kita butuhkan hanyalah terus memberikan dorongan. Untuk para punggawa Elja, bermainlah sungguh-sungguh dan pantang menyerah sampai akhir.

Jika kau melakukan itu, maka tidak ada alasan untuk tidak memberikan rasa hormat padamu. Sampai Kau Bisa akan selalu bergema melewati masa-masa sulit dan baik PSS Sleman. Merasa bangga tidak meninggalkanmu. 

Bolehlah mengutip caption dari instagram Batak jore, ``Jangankan balik badan dan tidak melantangkan anthem, mengkosongkan tribun saja sudah beberapa kali dilakukan demi berbenahnya Elang Jawa. Karena yang namanya cinta, setia saja tidak cukup!``

 

Oleh: Hassan / PSS Lajellan03

Related Posts

Last Match Home!

Kamis, 17 Agustus 2017

Pesan, perbanyaklah membaca. Sebarkan informasi ini keseluruh komunitas atau independent Brigata Curva Sud. Lantangkan!

Laga Untuk Paman (2)

Jum'at, 11 Agustus 2017

Weekend pekan ini PSS Sleman akan menjamu Timnas U-19 asuhan Indra Sjafri di Maguwoharjo. Laga ini dalam rangka uji coba persiapan Garuda Muda menuju piala AFF di Myanmar mendatang. Pertandingan akan di gelar pada Sabtu, 12 Agustus 2017, kick off pukul 19.00 WIB (Malam Minggu).