Selalu Ada Cerita Di Setiap Awaydays

Jum'at, 02 Juni 2017

Ya, ungkapan di atas sering dilontarkan oleh hampir semua supporter di Indonesia sehabis melakukan perjalanan panjang  mereka mengawal klub kebanggaannya ketika bertanding di daerah lain (antar kota antar propinsi lho ya?! :D).

Bangganya kita di Sleman, kabupaten yang kita cintai tradisi awaydays perlahan telah menjadi sebuah kebiasaan bagi supporter ketika PSS Sleman bertandang ke tiap kota. Setiap laga away, mereka merelakan waktu, tenaga, dan biaya demi mengawal klub kebanggaan berlaga bahkan hingga di luar pulau Jawa sekalipun, karena pada dasarnya mereka merasa lebih tidak rela ketika pikiran mereka dipenuhi rasa bersalah jika PSS Sleman berjuang sendiri di kandang lawan tanpa teriakan dan dukungannya secara langsung.

Selalu ada kenangan manis, asem, pahit, asin yang dirasakan pastinya, entah cerita dalam perjalanan, suasana dalam kendaraan yang ditumpangi, euphoria dukungan kita di dalam stadion, bahagianya meraih kemenangan, rasa sedihnya ketika klub kebanggaan kita dikalahkan tuan rumah, atau cerita bagaimana hangatnya sambutan supporter dan masyarakat di kota yang kita sambangi, bahkan mungkin tentang gesekan-gesekan yang terjadi di kota tersebut yang sebetulnya tidak pernah diharapkan terjadi.

Berbagai  cerita “tidak terlupakan” yang kita alami dan rasakan bersama klub kebanggaan tersebut akan tentunya lebih berkesan jika mampu kita rangkum dan simpan sebaik-baiknya  dalam memori kita untuk nantinya dapat kita ceritakan kepada keluarga dan kerabat atau mungkin menjadi dongeng syahdu sebelum tidur bagi anak cucu kita kelak tentang bagaimana gagahnya ayah/ibu mereka mengawal PSS Sleman saat itu.

Lalu bagaimana dengan yang tidak ikut bertandang? Ya pastinya tidak punya cerita hahaha.

Eittsss, tapi ternyata hal di atas tidak sepenuhnya benar lho. Ada juga kalangan “supporter sosmed” yang tidak ikut berangkat away atau mungkin malah belum pernah merasakan “nikmatnya” bertandang ke kota orang, ataupun supporter rival yang sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan cerita awaydays yang kita alami malah mampu bercerita bahkan membolak-balik fakta yang terjadi dan berasumsi sendiri atas apa yang tidak mereka alami sendiri.

Dengan lihainya merekapun dapat bercerita seolah-olah dirinya turut hadir merasakan hiruk pikuk perjalanan yang melelahkan tersebut bahkan dengan momen-momen kejadian yang ada selama di sana. Padahal “doi” cuma dapat cerita dari teman, dari sosmed atau sebatas memantau media online semata!ckckck. Parahnya lagi, cerita awaydays yang hanya berdasarkan “jarene” tersebut terkadang diolah sedemikian rupa ditambahi dengan bumbu penyedap agar makin gurih selanjutnya diletakkan dibawah pohon beringin biar kelihatan lebih seram kemudian dishare, dicuitkan ataupun dipakai dasar menanggapi komentar  atas isu yang berkembang atas cerita/foto/video yang diunggah di social media.

Apa yang terjadi? Duarrrrrr… Berbagai cerita awaydays berawalan “katanya” yang sudah digoreng garing dibolak balik biar ngga gosong tersebut selanjutnya mencapai siklus puncak menjadi bahan perdebatan dan pergunjingan yang tidak berkesudahan antar supporter yang terlibat dan juga yang sekedar nimbrung “jadi macan” di social media dengan kalimat sakti “Nek wani teko ******, taktunggu neng kotaku bla bla bla…”.

Inilah realita yang terjadi di dunia supporter di Indonesia, apapun itu akan dijadikan bahan perang kata-kata di social media termasuk cerita awaydays beserta momen-momen yang ada didalamnya, Ini diperparah dengan semakin banyak muncul akun-akun social media yang awalnya mengunggah foto maupun video berbagai kelompok supporter di Indonesia namun akhir-akhir ini sering menge-share berbagai foto/video yang rawan menimbulkan polemik antar supporter dan akhirnya makin memperkeruh suasana lewat kolom komentarnya yang tentunya akan semakin berimbas ke dunia nyata.

Ya mungkin ini hanya sedikit gumam penulis sebagai bahan interospeksi dan autokritik untuk masing-masing pribadi khususnya supporter PSS Sleman untuk menjadi supporter yang lebih berguna dan bermanfaat bagi  klub kebanggaan maupun komunitasnya. Salah satunya turut serta mengawal setiap laga tandang PSS Sleman dimanapun dan kapanpun agar mampu merasakan apa yang teman-teman rasakan saat awaydays bukan hanya berdasarkan “jarene” saja dan semakin bijaklah dalam menggunakan social media, Insyaallah kita tidak akan tertular virus “supporter sosmed yang jadi macan dan tinggal di bawah pohon beringin”.

Regards.

 

 

Oleh: Panglima 

 

Related Posts

Tetap Yakin Dan Percaya Walau Kita Tak Bersamamu

Rabu, 13 September 2017

Acara nonton bareng ini sebagai alternatif dukungan karena travel warning ke “area” Jawa Tengah dari Polda Jawa Tengah dan sanksi dari komdis PSSI yang masih berlaku.

Launching Album Kompilasi #3

Jum'at, 08 September 2017

Setelah sukses dengan album kompilasi untuk PSS 1 dan 2, Elja Radio bekerjasama dengan Curva Sud Shop kembali akan merilis album kompilasi Untuk PSS #3.