Surat Cinta Untuk Sleman Fans

Selasa, 01 Agustus 2017

Serba sulit untuk menjelaskan dengan detail melalui kata yang tersusun rapih ke dalam kalimat dan menghasilkan sebuah kesadaran massal. Tapi setidaknya permasalahan di depan mata seolah menjadi sekuel baru agar semua berpikir bersama.

Ramai rasanya sejak kepulangan selepas laga tandang dari Purwokerto dan keputusan hukuman yang dilayangkan Komdis untuk PSS Sleman. Dalam sisa pertandingan fase grup, di atas kertas PSS harus melakoni 5 laga krusial. Seluruh poin akhir akan menentukan sejauh mana PSS akan berjalan pada musim ini.

Pertama, kita harus menerima hukuman yang diberikan sebanyak 4 laga tanpa kehadiran suporter PSS. Definisinya jelas, suporter PSS. Siapa saja. Tanpa ada sekat komunitas maupun independent. Atribut dan tidak sama sekali. Oleh karena itu, ini beberapa sikap dari keputusan di atas:

1. Brigata Curva Sud dengan tegas, melarang  kehadiran dan memberikan dukungan langsung seluruh Sleman Fans dalam dua laga tandang (Persip Pekalongan & PSGC Ciamis).

2. Brigata Curva Sud mengajak seluruh Sleman Fans untuk memberikan dukungan berupa membeli tiket pertandingan tanpa penonton dalam dua laga kandang (Persibat Batang & Persijap Jepara). Tetap memberikan dukungan maksimal di luar stadion.

3. Jika merujuk pada hukuman 4 laga hukuman tanpa kehadiran suporter PSS. Serta surat pemberitahuan dari Polda Jateng dan Cilacap berada diwilayah hukumnya, Brigata Curva Sud memutuskan melarang kehadiran dan memberikan dukungan langsung seluruh Sleman Fans dalam laga tandang melawan PSCS Cilacap.

Hal ini perlu kita cermati dengan saksama. Keputusan ini diambil dengan mempertimbagkan banyak faktor. Menahan ego adalah hal yang mulia. Kami tidak segan untuk melayangkan gugatan dan pertanggungjawaban jika ada hukuman lanjutan dari Komdis dan Federasi kepada PSS yang disebabkan oleh ulah segelintir orang yang nekat (merujuk 3 butir di atas).

Keputusan ini diambil sebagai rasa hormat kami kepada PSS yang sedang berjuang, baik itu prestasi dan dari kondisi sekarang ini.

Hentikan segala bentuk arogansi baik dalam kehidupan dan penggunaan media sosial yang berhubungan: Sleman Fans, PSS dan Federasi. Kembalilah kepada habitat asli sebagai Sleman Fans sebagai mana mestinya. Jeda 4-5 laga ini diharapkan untuk masing-masing individu dan komunitas untuk berbenah kembali. Mempelajari dari sebab dihukumnya PSS dalam 4 laga yang ada.

Akhir kalimat, jaga nama baik PSS dan kehormatan sebagai Sleman Fans!

Related Posts

Tuhan Beserta Kita!

Selasa, 10 Oktober 2017

Sudahilah sedihmu, kawan! Mari kita lupakan bagaimana sakitnya dikalahkan oleh wasit pekan lalu di Cilegon. Kita wajib bangga kepada punggawa Elang Jawa yang telah mati-matian berjuang di Cilegon. Namun, PSS belum digariskan menang dalam pertandingan minggu lalu. Laga pamungkas telah menanti, hari ini akan menjamu tim wetan ndeso, Persis Solo. Meski sangat tipis peluang PSS untuk lolos ke 8 besar Liga 2 Indonesia, tetapi keyakinan ini masih ada. Masih ada 2 x 45 menit yang wajib kita perjuangkan, menjadi pemain ke-12 bagi 11 pemain yang berjuang di lapangan.

Sisanke Le Kentir

Kamis, 05 Oktober 2017

Tiba saatnya dimana Sang Kebanggaan akan melakoni partai hidup mati musim ini. Berlokasi diujung barat Pulau Jawa, Elang Kebanggan sudah ditunggu lawan bermainnya, Cilegon United. Partai di fase 16 besar yang sangat menentukan lolos tidaknya dari lubang jarum.