Tuhan Beserta Kita!

Selasa, 10 Oktober 2017

Sudahilah sedihmu, kawan! Mari kita lupakan bagaimana sakitnya dikalahkan oleh wasit pekan lalu di Cilegon. Kita wajib bangga kepada punggawa Elang Jawa yang telah mati-matian berjuang di Cilegon.  Namun, PSS belum digariskan menang dalam pertandingan minggu lalu. Laga pamungkas telah menanti, hari ini akan menjamu tim wetan ndeso, Persis Solo. Meski sangat tipis peluang PSS untuk lolos ke 8 besar Liga 2 Indonesia, tetapi keyakinan ini masih ada. Masih ada 2 x 45 menit yang wajib kita perjuangkan, menjadi pemain ke-12 bagi 11 pemain yang berjuang di lapangan.

Secara hitung-hitungan kasar, PSS masih bisa lolos jika bisa mengalahkan Persis Solo dengan selisih dua gol, sedangkan di partai lain tuan rumah PSPS Pekanbaru bermain imbang dengan Cilegon United di Pekanbaru.

Bukan waktunya untuk saling menyalahkan, namun ini saatnya kita bergandengan untuk satu tujuan. Seluruh elemen PSS; mulai dari pemain, pelatih, manajemen, dan suporter harus berjuang dan berdo’a bersama demi lolosnya PSS ke-8 besar. Bukannya BCS lembek terhadap kinerja tim dan manajemen beberapa waktu ini, namun ini bukan waktu yang tepat untuk saling menyalahkan. Ada waktu tersendiri bagi kita untuk mengevaluasi kinerja dan hasil  atas pencapaian selama ini. Sekarang tim sedang butuh dukungan penuh untuk melakoni partai terakhir ini.

Terkait teknis pertandingan, karena ini disiarkan langsung, kick off akan dimulai pukul 15.00 WIB, open gate pukul 13.00 WIB. Tiket untuk tibun kuning seharga 25 ribu rupiah, sampai tadi malam tiket kuning di Sekertariat BCS, Curva Sud Shop Cebongan dan Godean sudah ludes terjual. Bagi temen-temen BCS yang belum mendapatkan tiket bisa melihat perkembangan besok pagi di sezione Aliansi Utara, Trah Wetan, Sektor 13, atau di Northwest Warrior. Semoga masih ada sisa tiket kuning bagi yang belum mendapatkan, jika memang sudah habis diharap bisa legowo dan disarankan untuk masuk tribun merah atau biru dengan membeli di tiket box atau beli lewat aplikasi Go-Tix.

Di pertandingan ini rencananya DPP Pasoepati tidak akan memberangkatkan pasukannya ke Sleman. Kami sangat mengapresiasi kebijakan DPP Pasoepati yang memutuskan untuk tidak memaksakan berangkat ke Sleman demi menjaga #penakseduluran. Menurut kabar, sebagai gantinya Pasoepati akan mengadakan nonbar dan penggalangan dana untuk tim pelatih yang terkena sanksi denda di Benteng Vastenburg. Respect untuk Paseopati #penakseduluran. Semoga langkah positif ini diikuti oleh seluruh elemen suporter maupun Persis Fans yang lain.

Please don’t take my sunshine away.

Related Posts

Melatih Senjata Utama; Suara

Sabtu, 25 Agustus 2018

Bersorak saat terjadi gol maupun chants yang lantang selama pertandingan berlangsung seperti menjadi sebuah ‘keharusan’ bagi orang yang menganggap dirinya ultras. Karena di sinilah passion dan kebanggaan seorang ultras dinilai. Ya benar, dengan suara lantang sebuah doa dan pesan bisa terdengar dan memompa semangat para pahlawan PSS Sleman. Lalu apakah kualitas suara kalian sudah bisa dikatakan lantang? Atau selama ini cara menggunakan senjata utama kurang tepat? Tidak ada salahnya kita belajar bersama demi kemajuan kualitas suara kita.