Sinau Bareng Cak Nun

Selasa, 03 April 2018

Sepakbola adalah hasil kreativitas manusia, dari dan ketika ia diciptakan sampai bagaimana sepakbola tersebut dimainkan. Dalam skala industri, sepakbola adalah pekerjaan yang berorientasi pada keuntungan finansial (pemain, manajemen), sekaligus menjadi kebutuhan hiburan bagi para pendukungnya (suporter). Bagi sebagian yang lain, sepakbola tidak berhenti pada kata "hiburan" semata, namun ada semangat, kebanggaan dan cinta yang terpatri di sana. Dari dua ketergantungan tersebut, sepakbola nyatanya adalah sebuah permainan yang tidak bisa dimainkan dengan bermain-main, karena ada tanggung jawab dan target pencapaian. Begitu juga dengan sepakbola di Sleman yang diwakili oleh PSS Sleman. Sebuah klub sepakbola kabupaten, yang akan berkompetisi pada Liga 2 musim 2018.

PSS Sleman bergerak dengan ribuan manusia dibelakangnya. Setiap manusia berperan pada ranahnya masing-masing. Manusia adalah hamba sekaligus pemimpin. Sebagai hamba, kewajibannya adalah beribadah dan mengabdi kepada Tuhan. Sudut pendekatan lain sebagai khalifah, tugasnya adalah mengelola bumi Allah SWT. Oleh karena itu, sepakbola adalah salah satu representasi pengelolaan sumber daya manusia yang berperan dalam sub kultur kemanusiaan dan sportifitas. Pengelolaan sepakbola di Sleman khususnya pada PSS Sleman melibatkan beberapa unsur, di antaranya manajemen, pemain, suporter. Hingga sampai hari ini, Super Elang Jawa masih berusaha bertransformasi dari Era-APBD menuju Era-sepakbola profesional. Meskipun belum benar-benar profesional, namun transformasi tersebut dipermudah dengan adanya suporter yang selalu siap dibelakang kebanggaan.

Seperti sebuah ekosistem yang sedang jalankan untuk saling melengkapi dan bersinergi, tidak ada cita-cita maupun laku amal perbuatan manusia yang tidak terbebas dari campur tangan Tuhan. Berikut dengan cobaan serta harapan dari pendukung PSS yang sampai saat ini belum juga tercapai. Rentetan gesekan dengan kelompok lain ataupun malah dengan teman sendiri, baik di dalam maupun di luar stadion yang akhir-akhir ini sering terjadi, sepakbola gajah, dan deretan peristiwa yang terjadi karena ulah suporter seolah menegaskan "Semakin tinggi pohon, maka akan semakin kencang angin menerpanya".

Rasanya ini menjadi sangat penting, sebagai manusia yang terus bergerak dalam gelombang dukungan yang tak terbatas. Untuk berjumpa, duduk bersama, laku wening, mendengarkan, menanyakan, merangkul serta semoga bisa mengkoreksi yang sudah kita lalui. Di depan jalan terpapang panjang, sudah semestinya sebagai permulaan kita saling menegasakan rasa ini kembali. Sembari mengkaji makna manusia yang seutuhnya di hadapan pribadi dan orang lain.

Dari uraian diatas, kami Brigata Curva Sud dalam BCSforPSS#6 berniat mengadakan acara Sinau Bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng dengan tema "Sepakbola, Cinta dan Dedikasi". Hal ini juga sekaligus sebagai pembelajaran bersama kita sebagai suporter, pemain, manajemen, pegawai, pengusaha, kepala keluarga, masyarakat, rakyat dan yang lebih substansial adalah sebagai manusia yang diberikan tugas oleh Tuhan di bumi.

Dive into deep learning with Cak Nun.

BCS, Ora Muntir!

Related Posts

Tuntutan Brigata Curva Sud Kepada PT. Putra Sleman Sembada (PSS)

Sabtu, 02 Maret 2019

Latar Belakang Masalah Perkembangan sepakbola Indonesia yang semakin menuju ke arah profesional mulai dijalankan beberapa klub-klub di Indonesia. Tuntutan tersebut sejalan dengan program yang dirancang AFC untuk mendorong klub-klub yang berada di Asia khususnya di Indonesia untuk melengkapi syarat menjadi klub yang ingin mendapatkan lisensi Pro AFC. Lisensi tersebut tidak hanya bertujuan sebagai sertifikasi atau kepantasan sebuah klub untuk berlaga di kompetisi Asia, namun juga benar-benar akan menghasilkan sebuah output jangka pendek dan jangka panjang pengelolaan sebuah klub sepakbola.

Celebration Game: Perayaan, Kebersamaan, Dan Kebangkitan.

Kamis, 17 Januari 2019

Masih dengan semangat yang membara, BCS kembali mendapatkan kepercayaan untuk menyelenggarakan sebuah pertandingan sepak bola. Setelah pada 20 Desember 2015 Laga Cinta dan Dedikasi I sukses digelar, akan kembali diselenggarakan Laga Cinta dan Dedikasi II dalam balutan Celebration Game.