Rules Of Survival!

Rabu, 25 April 2018

Beberapa poin terkait hasil Forum BCS dalam rangka menyongsong Liga 2 2018, pada Minggu malam bertempat di Orchid Room The  Jogja Hotel yang dihadiri oleh perwakilan komunitas,sezione, maupun independent.  

1. Aturan main Liga 2 

Merunut hasil manager meeting yg dihadiri oleh Panpel PSS di dalam penyelenggaraan Liga 2 2018 ini regulasi benar benar sangat ditekankan untuk dipatuhi klub-klub kontestan liga 2, sebab regulasi ini juga mengacu pada penyelenggaraan Liga 1. Seperti sudah kita ketahui bersama, ada beberapa hal yang disebut dilarang bahkan diharamkan dibawa atau dilakukan di dalam stadion selama pertandingan berlangsung. Selain denda yang pastinya akan memberatkan secara finansial klub, hukuman lain juga nantinya dapat mengganggu jalan menuju tahta juara seperti mimpi kita semua apabila kita tidak menjalankan serta menghormati regulasi tersebut. Ancaman sanksi ini berlaku saat jadi tuan rumah maupun saat away. Beberapa larangan federasi yang harus diperhatikan diantaranya :

1. Benda-benda yang mengandung api seperti Flare, smoke bomb, kembang api, petasan terancam sanksi 50 juta rupiah (1 kali penyalaan), 100 juta rupiah (2-5 penyalaan), dan 200 juta rupiah (di atas 5 kali penyalaan)
2. Laser akan didenda 20 juta rupiah (setiap kali penggunaan)
3. Pelemparan botol atau minuman kaleng yang terisi ke area teknis lapangan akan terancam sanksi 50 juta rupiah (untuk setiap 1-10 benda yang dilemparkan)
4. Pelemparan botol atau minuman kaleng yang kosong ke area teknis lapangan akan terancam sanksi 30 juta rupiah (untuk setiap 1-10 benda yang dilemparkan)
5. Pelemparan gelas plastik atau kertas (termasuk roll paper) ke area teknis lapangan akan terancam sanksi 20 juta rupiah (untuk setiap 1-10 benda yang dilemparkan)
6. Pelemparan batu atau benda keras lainnya akan terancam sanksi 50 juta rupiah (untuk setiap 1-10 benda yang dilemparkan)
7. Kombinasi benda-benda tersebut akan terancam sanksi 50 juta rupiah (untuk setiap 1-10 benda yang dilemparkan)
8. Menampilkan slogan yang bersifat menghina, berbau keagamaan/religius atau terkait isu politis tertentu dalam bentuk apapun (secara khusus dengan cara memasang bendera, spanduk, tulisan, atribut, choreo atau sejenisnya selama pertandingan berlangsung) terancam sanksi 20 juta rupiah (per objek yang dapat dibuktikan yang dipakai untuk menampilkan slogan) 
9. Menggunakan kata-kata atau bunyi-bunyian  yang menghina atau melecehkan 
10. Memasuki lapangan permainan tanpa seizin perangkat pertandingan dan panitia pelaksana terancam sanksi 30 juta rupiah (untuk 1 orang yang memasuki lapangan) atau 50 juta rupiah (untuk 2-5 orang yang memasuki lapangan) 
11. Spanduk di tribun timur
12. Yang duduk di pagar hanya pengibar GF
13. Ra entuk mbleyer-mbleyer di area stadion dan di perjalanan pulang-pergi
14. Tertib di jalan
15. Ojo do gelut dewe-dewe lurd, jangan sampai nama kelompok/komunitas lebih besar dari nama PSS. 
Yak, banyak sekali ternyata, sitik-sitik diatur...he he he

Intinya JIKA INGIN KEBANGGAAN DI KASTA TERATAS, KITA WAJIB MELAYAKKAN DIRI AGAR KITA JUGA PANTAS. Marilah saling mengedukasi, mengingatkan,dan menjaga agar jalan menuju terwujudnya mimpi kita bersama tidak terhambat dengan perilaku kita sendiri yang bisa merugikan BCS maupun PSS. 

2. Hitamkan Tribun Selatan

Sifatnya hanya menghimbau, tidak memaksa. Seperti yang telah kita diskusikan sebelumnya bahwa tidak ada paksaan untuk memakai atribut serba hitam di tribun selatan. Hanya sebuah himbauan, melihat karakter warna hitam yang menjadi identitas kita di awal pergerakan dulu. Warna hitam melambangkan kekuatan, keteguhan, keberanian, percaya diri, dan ketegasan. namun apalah arti sebuah warna, semua kita kembalikan kepada teman-teman semua. Ada hal yang lebih penting sebelum  kita memperdebatkan masalah warna, marilah kita benahi suara kita dulu, apakah suara kita sudah keras? sudah bisa dirasakan 11 pemain di lapangan? Mari kita fokus membenahi chant terlebih dahulu, sebelum lebih jauh memperdebatkan masalah warna. 

3. Kaitan Dengan Rekonsiliasi antara Suporter PSS dan PSIM

Pada hari Kamis, 19 April 2018 bertempat di Gedung Serba Guna Mapolda DIY, Brigjen Pol. Drs. Ahmad Dofiri, M.Si selaku Kapolda DIY menginisiasi langsung rekonsiliasi antara Suporter PSS dan PSIM yang pada musim ini tergabung dalam satu grub. Kapolda ingin mewujudkan suporter DIY yang santun dan tertib. Kapolda sudah melakukan upaya preventif dengan cara rekonsiliasi ini. Acara tersebut dihadiri oleh Kapolda DIY, Karo Ops Polda DIY dan jajarannya, Kapolres Bantul dan Sleman, Manajemen, Panpel, Perwakilan Suporter hingga koordinator wilayah (sezione)  PSS dan PSIM. 

Meskipun tidak mudah dan butuh proses serta waktu yang tidak sebentar, kita mengapresiasi langkah Kapolda tersebut. Minimal tidak saling mengganggu dan memulai setiap ada pertandingan maupun kegiatan. 

4. Tiket 

Untuk penjualan tiket tribun selatan PSS vs PSMP Mojokerto bagi komunitas yang belum tergabung dalam sezione maupun Komunitas BCS Luar Kota akan mulai dilayani mulai (24/4) di sekre BCS pukul 17.00-23.00 dengan sistem pre sale kuitansi. Jadi pembayaran lunas terlebih dahulu dan akan mendapatkan kuitansi untuk ditukarkan ketika tiket sudah siap. Contact person untuk konfirmasi saja, tidak melayani pemesanan tiket (kecuali komunitas luar kota silahkan pesan melalui CP) CP: 085338393833 Whatsapp only.

Untuk sezione, dapat menghubungi sezione masing masing. Untuk Independent tiket bisa diakses di sekre BCS atau di wilayah masing-masing pada Kamis Pagi pukul 09.00 WIB. Terkait kerja sama PSS Sleman dengan BRI yang rencananya akan menggunakan Brizzi sebagai pengganti tiket konvensional akan kita bawa ke forum BCS dahulu. Adapun benefit menggunakan Brizzi yaitu sudah tidak perlu lagi beli tiket dan menghindari calo, tinggal satu kali tap saja. Untuk top up bisa langsung melalui internet banking bagi yang sudah mempunyai rekening BRI. Atau bisa di tempat yang nantinya akan disepakati bersama. 

BCS juga bekerja sama dengan BRI dengan mensupport kegiatan BCS beberapa waktu lalu. Kontraprestasinya yaitu BRI meminta kita untuk buat rekening BRI baru melalui sekre BCS. Sekre BCS melayani pembuatan rekening BRI untuk temen-temen yang ingin buat rekening baru. Syaratnya mudah, cukup dengan poto kopi KTP saja dengan minimal simpanan minimal 100.000 rupiah, tidak perlu ke Bank. Bagi yang belum punya KTP, bisa melampirkan poto kopi akta kelahiran, Kartu Keluarga, dan salah satu KTP orang tua. Monggo bagi teman-teman yang ingin membuat rekening BRI bisa dilayani di sekre BCS, tidak perlu ke Bank. Bisa menghubungi CP : 087838251976. 

Itulah beberapa poin mengenai hasil forum yang bisa kita sampaikan. Mari kita songsong musim baru 2018 dengan lebih kompak dan solid lagi. Jaga persatuan dan rasa kekeluargaan antar keluarga besar BCS. Tidak perlu lagi kita perdebatkan perbedaan sudut pandang maupun cara berpikir kita di media sosial yang bisa memecah belah keluarga kita sendiri. Jika beda pendapat ataupun beda pemikiran bisa disatukan di forum BCS dan di dunia nyata. Gunakan energi positif untuk mengawal kebanggan kita mengarungi kompetisi musim 2018 yang sudah di depan mata. Sudah saatnya kita bersatu menyatukan segala ego demi terwujudnya mimpi kita bersama, yaitu PSS bisa naik kasta.  

Mengingat beberapa point di atas bersifat mendesak dan penting. Silahkan untuk membagikan informasi ini ke seluruh keluarga tribun selatan. Atas semua atensi, semangat dan dedikasi untuk suksesnya musim ini. Kami mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya

Sampai jumpa dilaga pembukaan. PSS Sleman, Ale!

Related Posts

Melatih Senjata Utama; Suara

Sabtu, 25 Agustus 2018

Bersorak saat terjadi gol maupun chants yang lantang selama pertandingan berlangsung seperti menjadi sebuah ‘keharusan’ bagi orang yang menganggap dirinya ultras. Karena di sinilah passion dan kebanggaan seorang ultras dinilai. Ya benar, dengan suara lantang sebuah doa dan pesan bisa terdengar dan memompa semangat para pahlawan PSS Sleman. Lalu apakah kualitas suara kalian sudah bisa dikatakan lantang? Atau selama ini cara menggunakan senjata utama kurang tepat? Tidak ada salahnya kita belajar bersama demi kemajuan kualitas suara kita.