Melatih Senjata Utama; Suara

Sabtu, 25 Agustus 2018

Bersorak saat terjadi gol maupun chants yang lantang selama pertandingan berlangsung seperti menjadi  sebuah ‘keharusan’ bagi orang yang menganggap dirinya ultras. Karena di sinilah passion dan kebanggaan seorang ultras dinilai. Ya benar, dengan suara lantang sebuah doa dan pesan bisa terdengar dan memompa semangat para pahlawan PSS Sleman. Lalu apakah kualitas suara kalian sudah bisa dikatakan lantang? Atau selama ini cara menggunakan senjata utama kurang tepat? Tidak ada salahnya kita belajar bersama demi kemajuan kualitas suara kita.

Manfaat yang langsung didapat ketika menggunakan suara perut adalah tidak mudah lelah dan suara yang dihasilkan terdengar lantang. Suara perut tidak bisa dipisahkan dengan diafragma. Diafragma adalah lapisan otot yang memisahkan rongga dada, tempat jantung, dan paru-paru berada, bersama dengan organ dalam tubuh. Diafragma mungkin dikenal sebagai penyebab kejang dan cegukan, tetapi juga merupakan bagian penting untuk bernyanyi. Bernyanyi dengan benar memerlukan dukungan pernafasan diafragma, yang menggunakan otot untuk memaksa udara dari paru-paru ke pita suara.

Ada 2 metode melatih suara perut yaitu :

  1. Memperkuat Diafragma

A. Belajarlah mengetahui posisi otot diafragma.

·       Cara terbaik membayangkan cara bernyanyi dengan diafragma adalah dengan menganggapnya seperti sebuah peron atau permukaan meja. Otot ini harus kuat dan stabil serta mampu menyediakan fondasi bagi suara untuk keluar melalui kolom udara.

·       Jika sulit merasakan diafragma, berbaringlah mendatar di lantai dan letakkan sebuah beban di area perut, seperti buku besar. Dorong beban tersebut ke atas menggunakan otot di perut. Secara bersamaan, hirup udara ke dalam paru-paru hingga penuh. Lalu bernyanyilah, otot yang digunakan saat itu adalah diafragma.

B. Berlatih bernafas melalui diafragma. Untuk bernafas melalui diafragma, tarik nafas sedalam mungkin sambil mendorong perut keluar sejauh mungkin dalam posisi tubuh yang stabil. Kemudian keluarkan nafas dan tarik perut kembali. Pastikan pundak tidak ikut bergerak.

·       Otot-otot yang digunakan ketika bernafas harus tetap kuat namun tidak kaku ketika bernyanyi. Otot dada, pundak, dan wajah harus tetap lemas.

·       Bayangkan diri kalian sebagai sebuah cerobong asap, dan nyanyian yang muncul dari cerobong tersebut berasal dari diafragma, ke uar dari paru-paru, dan naik ke atas.

C. Lakukan latihan penguatan pernafasan diafragma. Latihlah diafragma secara teratur. Ketika telah belajar untuk bernafas dengan benar, kalian perlu menguatkan diafragma. Ambil nafas dalam-dalam dari diafragma, dan ketika berlatih, hitunglah sebanyak mungkin, hitung perlahan dan stabil, kemudian catat sebanyak apa perkembangan latihan setiap hari.

D. Berlatih cara bernafas sambil menyanyi. Jika ingin memperkuat diafragma untuk bernyanyi, perlu melakukan latihan-latihan pernafasan tadi dengan teratur, dengan melakukannya pada beberapa waktu setiap hari.

 

      2. Bernyanyi Dengan Benar

A. Selalu lakukan pemanasan. Latihan vokal dan pernafasan sangat penting untuk memanaskan suara sebelum bernyanyi. Bernyanyi dari diafragma hanya satu bagian dari keseluruhan cara bernyanyi dengan benar, dan hal ini harus dipadukan dengan latihan-latihan lainnya. Kapan pun sebelum mulai bernyanyi untuk waktu yang panjang, kalian harus:

·       Ambil satu nafas yang dalam dan tahan selama beberapa detik lalu lepaskan perlahan-lahan. Selama nafas masuk, angkat tangan sampai kedua tangan saling bersentuhan, kemudian letakkan tangan ke bawah perlahan-lahan sambil membuang napas. Lakukan tiga sampai lima kali.

·       Mulailah dengan nada terendah yang dapat dinyanyikan lalu tingkatkan terus sampai ke nada tertinggi yang dapat dinyanyikan, tanpa memaksakan. Jangan terburu-buru. Semakin lambat akan semakin baik. Latihan ini membantu mengontrol nafas dan memanaskan pita suara untuk bernyanyi.

 B. Berdirilah dengan postur yang baik ketika bernyanyi. Ketika bernyanyi dengan diafragma, kalian harus mengambil napas dengan lebih banyak dan panjang. Untuk melakukannya, tubuh harus berada dalam postur sempurna. Jaga punggung tetap tegak, turunkan pundak, dan berfokuslah menjaga posisi ini sambil bernafas dan memberikan ruang seluas-luasnya pada suara dan napas (ORA SEDAKEP+DOLANAN HP).

·       Diafragma terletak persis di bawah tulang rusuk yang menahan paru-paru, sedangkan posisi membungkuk akan mendorong tulang rusuk ke arah paru-paru sehingga menghambat pelebarannya ke arah bawah, padahal hal ini dibutuhkan untuk menarik napas panjang

C. Bernyanyi dengan tenggorokan terbuka. Lihatlah di cermin ketika menguap, lihat dan rasakan bukaan di tenggorokan. Ini diperlukan ketika bernyanyi, serileks mungkin. Untuk membiarkan udara mengalir lebih natural dari diafragma.

·       Berpura-puralah memiliki bola di tenggorokan yang memaksanya tetap terbuka. Berlatihlah menyanyi sambil membiarkan tenggorokan terbuka. Kalian mungkin perlu sedikit waktu untuk menggapai nada sekuat biasanya, namun langkah ini sangatlah penting untuk mempertahankan kekuatan suara.

           D. Latih kedua “bagian” suara. Anggap suara kalian seperti terbelah menjadi dua, tetapi terhubung. Nada tinggi disebut sebagai suara kepala dan nada rendah adalah suara dada. Untuk mengeluarkan bunyi penuh dalam setiap suara, Kalian harus bernyanyi dari diafragma, namun mempelajari perbedaan kedua jenis suara ini dan gerakan di antara                      keduanya dapat membantu penempatan nada suara.

·       Lakukan latihan pernapasan secara teratur agar terbiasa dengan sensasi pergerakan antara kedua suara. Cobalah interval bernyanyi untuk melatih kedua suara dan memperkuat transisi keduanya.

TIPS

·           Letakkan tangan di atas diafragma, dan jika terasa naik-turun, berarti sudah melakukannya dengan benar.

·           Selalu lakukan pemanasan sebelum mulai bernyanyi. Regangkan tubuh dan berlatih bernyanyi dalam beberapa tingkat nada agar suara keluar sepenuhnya.

PESAN

  • Hindari es dan gorengan satu hari sebelum pertandingan. Minuman dingin akan membuat otot di sekitar tenggorokan akan menjadi kaku sehingga sangat berpengaruh saat kita nge chants. Sedangkan berdasarkan penelitian, ada pengaruh asupan gorengan terhadap frekuensi suara saat bernyanyi, hal ini dapat dilihat dari perubahan bermakna dimana frekuensi suara penyanyi menjadi lebih rendah dari frekuensi sebelum diberikan asupan gorengan.

Kalian mungkin bosan dengan artikel ini, tapi kalian tentu tak akan bosan selama itu bermuara ke PSS Sleman.

 

Ditulis oleh @campusboys_UNY yang berharap semakin banyak sleman fans menyalurkan emosinya dalam bentuk tulisan.

 

Disadur dari :

http://www.bramwijaya.com/2009/03/sudah-bangkitkah-suara-perut-anda.html

 

http://id.wikihow.com/Menggunakan-Diafragma-kamu-Untuk-Bernyanyi

Related Posts

Rules Of Survival!

Rabu, 25 April 2018

Beberapa poin terkait hasil Forum BCS dalam rangka menyongsong Liga 2 2018, pada Minggu malam bertempat di Orchid Room The Jogja Hotel yang dihadiri oleh perwakilan komunitas,sezione, maupun independent.