Tuntutan Brigata Curva Sud Kepada PT. Putra Sleman Sembada (PSS)

Sabtu, 02 Maret 2019

Latar Belakang Masalah

Perkembangan sepakbola Indonesia yang semakin menuju ke arah profesional mulai dijalankan beberapa klub-klub di Indonesia. Tuntutan tersebut sejalan dengan program yang dirancang AFC untuk mendorong klub-klub yang berada di Asia khususnya di Indonesia untuk melengkapi syarat menjadi klub yang ingin mendapatkan lisensi Pro AFC. Lisensi tersebut tidak hanya bertujuan sebagai sertifikasi atau kepantasan sebuah klub untuk berlaga di kompetisi Asia, namun juga benar-benar akan menghasilkan sebuah output jangka pendek dan jangka panjang pengelolaan sebuah klub sepakbola.

PSS Sleman sebagai salah satu kontestan baru di kasta tertinggi Liga Indonesia harus mulai mentargetkan menjadi pengelolaan klub yang profesional. PT. Putra Sleman Sembada (PT. PSS) sebagai perusahaan yang menaungi PSS dalam beberapa tahun terakhir dinilai belum cakap menjadi perusahaan yang mempunyai visi misi dan struktur organisasi yang jelas. Hal tersebut terlihat dari hasil yang terjadi di lapangan. Beberapa masalah di luar teknis tim masih sering menjadi kendala seperti; (1) tempat tinggal / hunian tetap bagi pemain dan ofisial yang berpindah-pindah. (2) kesulitan mencari lapangan latihan yang representatif dan selalu berpindah-pindah. (3) penyelenggaraan pertandingan yang masih belum ideal dengan ditemukannya beberapa fakta di lapangan mengenai sistem ticketing yang masih konvensional, oknum yang masuk stadion tanpa tiket dan calo yang masih banyak dengan leluasa berkeliaran di stadion.

Dari contoh beberapa masalah yang diuraikan di atas pasti akan berkaitan dengan pendanaan atau budgeting. Selama ini pemasukan terbesar dari PSS tidak dapat dipungkiri adalah dari hasil penjualan tiket. Mengandalkan penjualan tiket tentu hal yang wajar namun harus dibarengi dengan memaksimalkan pendapatan dari pos-pos lain salah satunya dari sponsor. PT. PSS harus mulai membentuk divisi yang benar-benar bekerja profesional dalam mencari dan mengelola sponsor. Bukan seperti selama ini yang hanya terkesan menunggu sponsor datang. Selain sponsor, pos lain yang belum dimaksimalkan oleh PSS adalah di bidang penjualan merchandise. Salah satu caranya adalah dengan memiliki official store yang menjual resmi berbagai merchandise PSS. Selain itu PSS sudah tidak perlu memikirkan target pasar jika official store nantinya terealisasi. Sleman fans sudah memiliki budaya membeli original dan itu merupakan salah satu modal besar bagi PSS jika divisi bussines development ini benar-benar dimaksimalkan. Dan yang terakhir sebagai target jangka panjang PSS harus mulai terbuka dengan investor jika ingin klub ini berkembang semakin besar dan dapat bersaing di sepakbola Indonesia bahkan di level Asia.

Berdasarkan latar belakang dan pengembangan dari temuan-temuan di lapangan sejak beberapa musim terakhir hingga hari ini. Kami, Brigata Curva Sud sepakat akan mengambil tindakan perihal hal-hal yang menjadi tanggung jawab PT. Putra Sleman Sembada (PSS).

Poin-poin tuntutan Brigata Curva Sud kepada PT. Putra Sleman Sembada (PSS), yaitu;

  • Program Pembinaan dan Akademi Usia Muda PSS Sleman

PT. Putra Sleman Sembada (PSS) harus segera membentuk struktur pengembangan program pembinaan dan Akademi Usia Muda PSS Sleman. Ini merupakan program jangka pendek dan jangka panjang. Hal ini juga merujuk ketentuan sebagai salah satu klub peserta Liga 1 Indonesia atau Elite Pro Academy.

  • Mes untuk PSS Sleman

PT. Putra Sleman Sembada (PSS) harus segera menentukan atau membuat hunian tetap bagi pemain dan ofisial PSS Sleman. Selain sebagai hunian tetap, mes diharapkan lengkap dengan fasilitas pendukung lainnya.

  • Lapangan untuk Berlatih

PT. Putra Sleman Sembada (PSS) harus segera menentukan atau membuat lapangan untuk berlatih PSS Sleman. Mengingat beberapa kejadian PSS Sleman kesulitan mencari tempat untuk berlatih.

  • Marketing & Bussines Development

PT. Putra Sleman Sembada (PSS) harus segera menentukan atau membentuk divisi khusus untuk menangani lingkup kerjasama, penjualan dan industri.Dalam beberapa tahun belakangan, PSS Sleman sangat diminati oleh multi-sponsor. Namun ini bukanlah hasil kerja dari PT. Putra Sleman Sembada (PSS), melainkan sponsor datang dengan sendirinya karena ceruk market yang dimiliki oleh supporter.

  • Menghapus Peran dan Posisi Ganda

PT. Putra Sleman Sembada (PSS) harus segera menghapus peran dan posisi ganda di tubuh perusahaan. Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada dirasa tidak cakap jika harus memiliki lebih dari satu posisi dan peran. Kekurangan SDM ini jelas menghambat kinerja perusahaan.

  • Manfaatkan dan Utamakan Peran Ofisial Media PSS

PT. Putra Sleman Sembada (PSS) harus lebih cakap dalam penyampaian informasi ke publik. Terutama dalam hal rekrutan pemain, ofisial media dapat dijadikan sumber terpercaya bagi Sleman Fans dalam mendapatkan informasi.

  • Penyelenggaraan Pertandingan yang Profesional

PT. Putra Sleman Sembada (PSS) harus membentuk panpel yang profesional yang dapat mengatasi masalah-masalah yang selama ini dikeluhkan supporter seperti masih banyaknya calo, sistem ticketing yang masih konvensional, dan oknum yang masuk tanpa tiket.

  • Standar Operasional Prosedur (SOP) yang Jelas dalam Perusahaan

PT. Putra Sleman Sembada (PSS) harus memiliki SOP dan peran yang jelas di dalam masing-masing divisi perusahaan. SOP ini sangat penting agar tidak terjadi miss komunikasi dan tentunya tidak menghambat kinerja satu sama lain. Penempatan SDM yang memiliki kompetensi di bidang sepakbola dan pengembangannya.

 

Jika dari kedelapan poin di atas, PT. Putra Sleman Sembada tidak menyanggupi terhitung dimulai pada tanggal 2 Maret 2019. Brigata Curva Sud akan melakukan boycott pertandingan PSS Sleman selama batas waktu yang tidak ditentukan. 

Related Posts

Celebration Game: Perayaan, Kebersamaan, Dan Kebangkitan.

Kamis, 17 Januari 2019

Masih dengan semangat yang membara, BCS kembali mendapatkan kepercayaan untuk menyelenggarakan sebuah pertandingan sepak bola. Setelah pada 20 Desember 2015 Laga Cinta dan Dedikasi I sukses digelar, akan kembali diselenggarakan Laga Cinta dan Dedikasi II dalam balutan Celebration Game.

Melatih Senjata Utama; Suara

Sabtu, 25 Agustus 2018

Bersorak saat terjadi gol maupun chants yang lantang selama pertandingan berlangsung seperti menjadi sebuah ‘keharusan’ bagi orang yang menganggap dirinya ultras. Karena di sinilah passion dan kebanggaan seorang ultras dinilai. Ya benar, dengan suara lantang sebuah doa dan pesan bisa terdengar dan memompa semangat para pahlawan PSS Sleman. Lalu apakah kualitas suara kalian sudah bisa dikatakan lantang? Atau selama ini cara menggunakan senjata utama kurang tepat? Tidak ada salahnya kita belajar bersama demi kemajuan kualitas suara kita.