Pilih, Mereka Atau Kami Yang Mundur?

Jum'at, 17 Januari 2020

Rabu, 15 Januari 2020 menjadi hari paling berat dan memuakkan sepanjang menjadi pendukung PSS. Tentu ketika anda membaca tulisan ini haruslah membaca literasi lain mengenai banyak hal mengenai PSS dan delapan tuntutan yang kami utarakan musim lalu.

Benar saja, kemarin adalah puncak. Kami dibuat terdiam oleh cara dan keputusan sepihak ini. Namun, kami tentu telah mempelajari dari berbagai masalah sebelumnya.

Pertama, pada awal musim 2019. Kami sangat prihatin PT. PSS mengelola klub dengan ala kadarnya. Padahal tahun itu, adalah musim pertama PSS kembali ke kasta tertinggi sepakbola Indonesia. Belum adanya fasilitas pendukung, pekerja profesional dan tumpang tindihnya peran menjadi perhatian kami. Hingga akhir musim 2019, delapan tuntunan itu tak satupun kunjung terealisasi.

Berikut catatannya:

  1. Program Pembinaan dan Akademi Usia Muda PS Sleman. Pengembangan usia mudia atau akademi yang dikerjakan seadanya. Untuk akademi memang diasuh oleh SDM berkompeten. Namun secara operasional, terlihat betapa kurang diperhatikan. Kasus tempat menginap sewaktu laga tandang, hingga permasalahan admistrasi pemain yang terpaksa terhenti ditenggah jalan karena putus kontrak.
  2. Mess untuk PS Sleman. Pemain PSS masih menggunakan hotel dan itu milik pribadi.
  3. Lapangan untuk Berlatih. Lapangan latihan yang tak jelas dan selalu berpindah.
  4. Marketing & Bussines Development yang buruk. Hingga tulisan ini diturunkan belum ada sponsor baru yang bergabung bersama PSS. Serta, yang disayangkan ketika CEO PT. PSS justru memilih menggandeng agensi sponsorship. Tidak digarap secara mandiri.
  5. Memanfaatkan Media Klub sebagai Pusat Informasi dan Publikasi. Kejadian press conference hari lalu seakan menampar secara terbuka yang kami inginkan. Adapun alasan mengenai lupa memberikan mandat kepada media klub adalah bentuk ketidakmampuan CEO dengan segala kuasa dan posisinya.
  6. Menghapus Peran dan Posisi Ganda. Masih ada posisi dalam manajemen tim maupun PT yang tumpang tindih. Seperti; peran ganda Bapak Yohanes sebagai Humas PT dan manajer akademi.
  7. Penyelenggaraan Pertandingan yang Profesional. Penyelenggara Pertandingan gagal mengelola dengan baik. Dari sistem ticketing, pembagian kuota kepada suporter tamu dan masih banyaknya calo berkeliaran yang membuat penonton tidak nyaman serta image buruk bagi PSS.
  8. Standar Operasional Prosedur (SOP) yang Jelas dalam Perusahaan. Tidak ada Good Corporate Governance dalam bekerja yang sesuai porsi. Ini juga terjadi antara pejabat PT  dengan karyawan di dalamnya.

 

Tidak hanya delapan tuntutan yang gagal dipenuhi, PT. PSS juga telah gagal merangkul pihak-pihak yang berkompeten dan berprestasi untuk PSS. Sekarang PT. PSS berisikan orang yang latarbelakang prestasi dan peran tidak jelas. Nama dibawah ini adalah deretan nama yang selama ini mempunyai kemampuan, berperan dan berprestasi, yang justru dihilangkan. Diantaranya:

  1. Bapak Sismantara - Manajer PSS musim 2018, membawa PSS Juara Liga 2 2018.
  2. Bapak Dewa - Assisten Manajer PSS musim 2018, membawa PSS Juara Liga 2 2018.
  3. Ibu Retno Istri Alm. Bapak Supardji - Pemiliki saham minoritas PT. PSS.
  4. Bapak Erry Febrianto ( Mas Ableh ) - Official tim PSS 2018, oprasional tim membawa PSS Juara Liga 2 2018.
  5. Bapak Sigit - Fisioterapi PSS musim 2017 – 2018, membawa PSS Juara Liga 2 2018.
  6. Ibu Viola - CEO PSS April - Agustus 2019, menjalin kerjasama dengan sponsorship, bonus pemain dan sistem kinerja.
  7. Coach Seto - Pelatih PSS 2016 - 2019, membawa PSS Juara Liga 2 2018 dan finish peringkat 8 Liga 1 2019.

 

PT. PSS justru terdiri dari nama dibawah ini yang tidak memiliki kemampuan, serta peran atas situasi yang terjadi.  Sebagai berikut;

  1. Bapak Soekeno - Pemilik Saham Mayoritas PT. PSS

Gagal memenuhi 8 tuntutan yg sudah beliau tandatangani di atas meterai.

Adanya kontrak pemain tanpa rekomendasi pelatih.

  1. Bapak Fatih - CEO PSS September 2019 - Januari 2020

Gagal berperan sebagai CEO, baik dalam menjalin kerjasama dan memenuhi 8 tuntutan.

  1. Bapak Teguh - General Manager PT PSS 2019

Gagal berperan sebagai seorang General Manager, baik dalam manajemen PT dan memenuhi 8 tuntutan.

  1. Bapak Yohanes - Humas PT. PSS & Manajer Akademi 2019

Memiliki peran dan posisi ganda, baik secara PT dan Manajemen.

  1. Coach Bejo - Pelatih Kiper PSS 2018 – 2019

Gagal menujukan sikap profesional dalam peran dan tugasnya, merujuk tidak adanya evaluasi regular pelatih kiper.

Belum memiliki lisensi sesuai regulasi PT LIB.

  1. Alfonso - Pemain PSS

Gagal menujukan sikap profesional seorang pemain. Terutama mengenai kedisiplinan dalam berlatih.

Oleh karena itu berdasarkan pertimbangan dan alasan kami di atas. Kami sepakat tidak ingin lagi PS Sleman berjalan mundur dan diisi oleh SDM yang tidak kompeten. Serta beberapa pihak yang tidak berkompeten yang tidak kami ketahui dimohon untuk meninggalkan peran dan jabatannya.

Selain itu, kami juga mendesak secepatnya untuk mencari investor yang sesuai dengan masyarakat sepakbola Kabupten Sleman.

Tuntutan kami jelas, delapan tuntutan dan deretan nama yang tidak berprestasi. Sekarang tinggal pilih, keluarkan semua yang tidak berkompeten atau kami yang keluar dari tribun selamanya/boikot semua pertandingan PS Sleman?

Related Posts

Tuntutan Brigata Curva Sud Kepada PT. Putra Sleman Sembada (PSS)

Sabtu, 02 Maret 2019

Latar Belakang Masalah Perkembangan sepakbola Indonesia yang semakin menuju ke arah profesional mulai dijalankan beberapa klub-klub di Indonesia. Tuntutan tersebut sejalan dengan program yang dirancang AFC untuk mendorong klub-klub yang berada di Asia khususnya di Indonesia untuk melengkapi syarat menjadi klub yang ingin mendapatkan lisensi Pro AFC. Lisensi tersebut tidak hanya bertujuan sebagai sertifikasi atau kepantasan sebuah klub untuk berlaga di kompetisi Asia, namun juga benar-benar akan menghasilkan sebuah output jangka pendek dan jangka panjang pengelolaan sebuah klub sepakbola.

Celebration Game: Perayaan, Kebersamaan, Dan Kebangkitan.

Kamis, 17 Januari 2019

Masih dengan semangat yang membara, BCS kembali mendapatkan kepercayaan untuk menyelenggarakan sebuah pertandingan sepak bola. Setelah pada 20 Desember 2015 Laga Cinta dan Dedikasi I sukses digelar, akan kembali diselenggarakan Laga Cinta dan Dedikasi II dalam balutan Celebration Game.