DON’T LET GRASS FOOTBALL DIE

Selasa, 04 Oktober 2016

Sudah seharusnya suporter mempunyai attitude yang baik dan pada akhirnya suporter tidak hanya dianggap sebagai kaum terpinggirkan karena sikap-sikap arogan. Ya kali ini yang akan dibahas adalah tentang sikap, dan tidak jauh dari lingkaran pola pikir dan tindakan sebagai suporter umumnya dan sebagai Sleman Fans khususnya. Anggap saja ini adalah semacam propaganda positif untuk pribadi kami juga untuk keluarga ini. Artikel ini ditulis atas dasar keinginan untuk menjaga dan mengajak berintropeksi, dengan akar intropeksi dan ujung daun yang elegan. Meresapi kalimat yang disuarakan Mas @batakjore “Jika belum mampu merawat, setidaknya jangan merusak apa yang sudah dibangun”. Akan lebih elok jika kalimat tersebut dipahami betul-betul tidak hanya diretweet maupun dilikes.

Laga Untuk Paman

Jum'at, 26 Agustus 2016

bcsxpss.com - Rabu lalu kami mendapat kabar yang selama ini kami takutkan. Sosok yang memiliki cinta serta dedikasi tinggi terhadap PSS Sleman, akhirnya pergi untuk selama-lamanya. Menyisakan duka yang mendalam serta cinta yang tak terbantahkan. Membangun PSS Sleman dengan karakter yang kuat dan intuisi yang erat. Brigata Curva Sud pada laga home versus Madiun Putra FC besok akan mengucapkan terimakasih sekaligus melepas kepergian melalui ceremony yang sekiranya bisa kita lakukan bersama, berikut:

Chants Adalah Doa

Sabtu, 20 Agustus 2016

Tidak hanya lantang tapi mendalami kata perkatanya jauh lebih penting. Ketika kita benar-benar pada kondisi untuk tidak memiliki apapun dan dilarang untuk membawa apapun. Suara yang dianugerahkan Tuhan adalah jawaban terakhir. Memadukan bunyi dengan isi hati. Terlebih untuk `dia` yang menjadi jantung hati ini. Menilik lebih dalam mengenai chants dan doa. Agar apa yang telah menjadi ucapan adalah cita dan impian agar menjadi kenyataan.

Kertas Untuk Bapak

Senin, 18 Juli 2016

Sebelum pertandingan melawan Martapura FC kemarin, Minggu 17 Juli 2016, ada hal yang sedikit berbeda dari pertandingan-pertandingan PSS Sleman sebelumnya. Adalah aksi sweeping dari "bapak" yang dilakukan di jalan masuk area stadion yang menyebabkan antrean mengular di sepanjang jalan ke arah selatan menuju stadion.

JUSTICE

Selasa, 21 Juni 2016

Jika ini adalah jalan satu-satunya, pilihannya hanya dua. Jalani atau kembali. Pengantar untuk duka, untuk kita dan seluruh fans sepakbola Indonesia. Memilih untuk tetap berada di barisan tribun, sebab semua tau bahwasanya keadilan diatas segalanya. Menilik kembali rangkaian kejadian yang membumbung tinggi menjadi asap duka. Seakan menguap dan mencari keadilan kepada Yang Maha Kuasa. Asap pekat penuh tanda luka, kemanakah kita harus bertanya?

If I Were You

Rabu, 15 Juni 2016

Artikel ini dipersembahkan untuk keluarga kami yang sungguh kami cintai. Keluarga kami yang dengan sadar kami kasihi, dan untuk keluarga kami yang mungkin salah tempat. Pertama, kami mohon yang terhormat kedua belah pihak yang sering bertikai, yaitu kubu selfi-isme dan kubu No Pict, No Face. Dua kubu yang sering berbalas pantun dengan sajak-sajak sumbang tatkala kita stalking media sosial terkhusus galeri gado-gado, instagram.

Way Of Life

Selasa, 14 Juni 2016

Kami buka bahasan ini dengan mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa untuk seluruh umat muslim di seluruh dunia. Dalam bulan suci ini semoga kita semua mencapai kemenangan yang hakiki. Maka sudah saatnya kita semua memiliki persiapan dengan hati nan ikhlas. Sehingga akhirnya ibadah ini bisa ditunaikan, dari berpuasa hingga ibadah wajib maupun sunah. Nantinya, semoga amalan ibadah tersebut bisa berjalan dengan baik dan insyallah istiqomah. Amin.

Sepenuh Hati Tak Terganti 40th PSS

Sabtu, 21 Mei 2016

Dimulai dari tribun ini, cerita lain tentang hidupnya Sang Kebanggaan. Ya, tribun selatan yang tumbuh “kegemukan”, tumbuh dalam arus yang serba penuh kemustahilan. Tribun yang lahir dari teriakan untuk melawan serta mengibarkan bendera kebebasan. Teriakan serta kibasan bendera besar, semoga menjadi simbol perang dan keagungan. Sebab ini adalah perjuangan untuk bangkitnya Elang pujaan.

Kartini Without A Face

Kamis, 21 April 2016

BCSXPSS.COM-Karateristik yang akan diangkat pada artikel kali ini adalah gender. Perempuan, suporter perempuan. Apakah sekat domestifikasi gender masih menjadi isu yang perlu di dalam dunia olahraga dan yang lebih menjurus, dunia suporter? Lima tahun berdiri, Ladies Curva Sud yang memiliki slogan “Football Without Ladies Is Nothing” tetap menjaga eksistensi diatas tribun untuk PSS Sleman dan mengenyampingan isu diskriminasi tersebut.

Football’s Collateral Damage

Minggu, 17 April 2016

Sabtu petang lalu di saat PSS Sleman berlaga di rumahnya, saya sedang melewati meliuk meliuk mengendari motor saya menembus macetnya jalanan ibukota. Ketika berhenti di traffic light, saya sempatkan membuka HP, melirik linimasa akun@PSSSleman mengikuti live report pertandingan PSS Sleman kala menjamu Persela Lamongan. Kala itu skor sudah menunjukkan 2-0 untuk keunggulan Sleman. Belum sempat melihat lebih jauh lagi siapa pencetak golnya lampu traffic light sudah hijau, bunyi klakson meraung di belakang saya, bergegas saya masukkan HP lalu melanjutkan perjalanan. Sesampainya di tempat saya tinggal, saya cek lagi linimasa yang kala itu sudah turun minum, Sleman masih unggul 2 gol lewat striker baru yang sedang diseleksi, Riski Novriansyah dan Tri Handoko. Senyum simpul melihat hasil sementara ini meski rasa rindu untuk kembali ke tribun selatan belum juga kembali terealisasi, menonton live streaming hanya sedikit mengobati.