Kartini Without A Face

Kamis, 21 April 2016

BCSXPSS.COM-Karateristik yang akan diangkat pada artikel kali ini adalah gender. Perempuan, suporter perempuan. Apakah sekat domestifikasi gender masih menjadi isu yang perlu di dalam dunia olahraga dan yang lebih menjurus, dunia suporter? Lima tahun berdiri, Ladies Curva Sud yang memiliki slogan “Football Without Ladies Is Nothing” tetap menjaga eksistensi diatas tribun untuk PSS Sleman dan mengenyampingan isu diskriminasi tersebut.

Football’s Collateral Damage

Minggu, 17 April 2016

Sabtu petang lalu di saat PSS Sleman berlaga di rumahnya, saya sedang melewati meliuk meliuk mengendari motor saya menembus macetnya jalanan ibukota. Ketika berhenti di traffic light, saya sempatkan membuka HP, melirik linimasa akun@PSSSleman mengikuti live report pertandingan PSS Sleman kala menjamu Persela Lamongan. Kala itu skor sudah menunjukkan 2-0 untuk keunggulan Sleman. Belum sempat melihat lebih jauh lagi siapa pencetak golnya lampu traffic light sudah hijau, bunyi klakson meraung di belakang saya, bergegas saya masukkan HP lalu melanjutkan perjalanan. Sesampainya di tempat saya tinggal, saya cek lagi linimasa yang kala itu sudah turun minum, Sleman masih unggul 2 gol lewat striker baru yang sedang diseleksi, Riski Novriansyah dan Tri Handoko. Senyum simpul melihat hasil sementara ini meski rasa rindu untuk kembali ke tribun selatan belum juga kembali terealisasi, menonton live streaming hanya sedikit mengobati.

LIGA ?

Minggu, 17 April 2016

Nasib sepakbola Indonesia seperti hidup segan mati tak mau. Dinamika yang selama ini ada hanya untuk tontonan saja. Bentukan turnamen hanya sebatas jalan pintas dari kata pantas. Kami terus-terusan dihajar oleh tontonan drama dengan peran yang sama. Kami mendukung, mereka bermain dan dia yang mendapatkan pundi-pundi uangnya. “Tapipak” efeknya apa?

BUDAYA "FOKUS" SEPAKBOLA SLEMAN

Selasa, 12 April 2016

Membuka mata dan melihat keluar, ternyata hari masih terlalu dini untuk menyambut sebuah kompetisi. Seluruh tim masih sibuk dengan mengembangkan ubo rampe daerahnya sendiri. Begitu juga dengan PSS Sleman. Berdiri atas keyakinan hati dan dengan segala kehormatan masih mencoba memperbaiki sayap-sayap yang patah, menyembuhkan luka-luka lama yang belum kering hingga pada saatnya kompetisi mampu terbang dan berdiri kokoh di depan.

This Is Sleman Fans!

Jum'at, 18 Maret 2016

Menjadi bagian dari tribun selatan tidak pernah begitu mudah sebenarnya, tidak dengan benar-benar bebas, pun tidak benar-benar nyaman. Menjadi bagian dari tribun selatan justru memberikan beban lebih di pundak kita semua. Berdiri dan bernyanyi 2 x 45 menit sudah kita rasakan sejak barisan kita menjadi begitu rapat dan padat pada tahun-tahun lalu. Kadang tak sampai di situ saja, bertahan sampai 2 x 15 menit setelahnya juga menjadi beban yang harus kita tanggung saat menjadi bagian dari tribun selatan.

Beyond The Ordinary For Yelling And Singing

Kamis, 17 Maret 2016

Berdiri dan bernyanyi lantang! Yap, dua kata adjective tadi mungkin sudah cukup mewakili ketika seorang awam bertanya,”Lalu apa yang kamu lakukan saat mendukung klub kebanggaan kalian di arena pertandingan?”. Meskipun mendukung tidak melulu tentang kedua hal tersebut. Setidaknya dengan kita berdiri dan bernyanyi lantang mengumandangkan chants untuk klub kebanggaan, kita mampu menciptakan dan merasakan euphoria yang sebenarnya sebagai seorang suporter. Kemenangan klub kebanggaan adalah sebagai tujuannya.

Musuh Bersama Itu...

Rabu, 16 Maret 2016

Diskursus soal sepakbola harus selalu diawali dengan mengingat bahwa olahraga ini memiliki massa yang begitu banyak. Perihal menang kalah tentu menjadi ukuran utama olah bola sebagai olahraga prestasi. Segala tetek bengek luar lapangan kemudian memiliki masing-masing porsi tersendiri dalam benak tiap orang. Suporter memiliki porsi yang paling besar. Bahkan sesekali lebih menuntut perhatian ketimbang hasil pertandingan di dalam lapangan bola.

Sebatas Pagar Tribun!

Selasa, 08 Maret 2016

Benahi PSS! Kalimat yang akhir ini gencar-gencarnya diteriakan oleh sleman fans baik di social media maupun nyata. Cukup menarik memang untuk menindaklanjuti tentang ketidakberesan yang terjadi dalam tubuh PSS Sleman secara manajerial. Bagaimana tidak? Sebuah klub tentunya harus mempunyai prestasi. Tidak hanya juara di hati, tetapi akan lebih bijaknya juara dengan prestasi.

Berjiwa Lebih

Selasa, 01 Maret 2016

Tunjukkan kalau kalian punya jiwa jiwa yang lebih dan punya jiwa jiwa yang tak terbendung untuk mendukung tim kebanggaan. Karena Jiwa tidak bisa luntur. Tidak bisa kelain hati. PSS Sleman Ale !

We Are Not Superstar

Jum'at, 26 Februari 2016

Masuk BCS itu mudah, menjadi BCS itu yang sulit. Mengapa sulit? Harus disadari bersama bahwasanya BCS mempunyai rules sebagai komunitas. Rules ini tentunya untuk mengatur tatanan dalam berkomunitas baik secara internal maupun eksternal. No Leader Just Together, memaparkan dengan jelas bahwa yang kami junjung adalah prinsip kebersamaan dan sama rata. Prinsip ini kemudian yang mendasari dengan peggangan “keputusan tertinggi ada pada Forum BCS”.